Home » »

Written By trihandoyo on Selasa, 28 Agustus 2012 | 03.40

Ilustrasi bakteri tbc [klik untuk memperbesar]

Bakteri TBC atau tuberkulosis telah lama dikenal sebagai bakteri patogen, yaitu bakteri yang dapat menimbulkan penyakit pada manusia, hewan dan tumbuhan. Nama lengkapnya mycobacterium tuberculosis atau abasilus Koch, diambil dari nama Robert Koch, ilmuwan Jerman yang pada 24 Maret 1882 membeberkan kepada dunia apa  dan bagaimana bakteri ini sebenarnya.

Bakteri yang bila dilihat dari mikroskop berbentuk basil atau batang ini merupakan bakteri penyebab kematian terbesar ketiga di Indonesia. Jumlah penderita TBC terus bertambah setiap tahunnya hingga mencapai setengah juta kasus. Jumlah kematian pun menembus angka 140.000 jiwa. Penyakit ini menyerang paru-paru manusia sebagai organ vital dalam proses respirasi.

Salah satu penyebab utama kasus TBC terus meningkat karena penderita TBC tidak tuntas berobat, meskipun pemerintah sudah mengusahakan pengobatan gratis bagi mereka yang kurang mampu. Bila pengobatan tidak dilakukan secara rutin, maka pasien harus mengulang kembali dari awal. Hal ini belum tentu ini berhasil mengingat daya tahan tubuh pasien yang semakin melemah dari waktu ke waktu.

Penularan TBC

Bakteri TBC dapat hidup di tempat yang ada oksigennya. Oleh karena itu, ia menular dari satu orang ke orang lainnya melalui udara yang mereka hirup bersama. Lebih sering ketika sang penderita TBC batuk.

Mikrobakterium tuberkulosa yang berkumpul dalam paru-paru kemudian berkembang biak dalam jumlah yang cukup banyak. Waktu yang mereka butuhkan untuk melakukan pembelahan diri antara 16 hingga 20 jam.

Namnu tidak sampai di situ, bakteri ini selanjutnya bisa menjalar ke organ tubuh lainnya seperti ginjal, otak, saluran pencernaan, kelenjar getah bening, dan tulang melalui pembuluh darah. Bagi mereka yang daya tahan tubuhnya rendah, penyebaran bakteri ini bisa jadi sangat cepat.

TBC memang bisa menyerang siapa saja. Namun, umumnya penderita TBC dewasalah yang lebih sering menularkan bakteri tersebut. Dan anak-anak dengan mudah terinfeksi.

Gejala TBC

Gejala yang ditimbulkan oleh adanya aktivitas bakteri tuberkulosa dalam tubuh tidaklah terlalu berbeda dengan virus influenza. Umumnya, calon penderita akan mengalami demam yang mudah datang, mudah pula pergi. Lalu nafsu makan berkurang sehingga berat tubuh pun menurun.

Selama lebih dari 3 minggu ia akan batuk terus-menerus, bahkan disertai darah. Perasaan tidak bersemangat, lemah, dan tidak enak juga kerap muncul selama fase ini.

Gejala lebih lanjut akan terlihat bila mikrobakterium tuberkulosa ini sudah masuk ke dalam organ tubuh. Gejala tersebut di antaranya:

  • Saat masuk ke saluran pernapasan yang menuju ke paru-paru, napasnya menjadi sesak.
  • Sakit dada bisa terjadi bila bakteri mulai menginfeksi pleura sehingga menimbulkan rongga tersebut berair.
  • Meyebabkan meningitis atau radang selaput otak pada anak-anak dengan gejala demam tinggi hingga kejang-kejang.
Share this article :

Poskan Komentar

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. TRIHANDOYOPENGGING - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger